Lahan Tersisa Semakin Sempit, Barenlitbang Diskusikan Dengan Para Pelaku Aktif Pertanian, Lingkungan Hidup Dan Akademisi 


Daya tarik Kota Malang memang tidak ada habisnya. Terlebih tumbuhnya perguruan-perguruan tinggi negeri maupun swasta menjadikan daya tarik Kota Malang semakin meningkat. Tak ayal hal ini menjadikan pertumbuhan properti juga mengalami peningkatan serta berdampak pada sektor lain. Tentunya fenomena-fenomena ini perlu menjadi perhatian dari Pemerintah Daerah Kota Malang untuk menata wilayahnya agar tetap nyaman ditinggali oleh penduduknya. Begitu pula pemanfaatan sumber daya alam yang terbatas juga harus menjadi perhatian. Oleh karena itu, Tim Barenlitbang mengundang seluruh stake holder, perangkat daerah, pelaku aktif di bidang pertanian dan lingkungan hidup serta akademisi untuk membahas langkah kedepan yang perlu ditindaklanjuti bersama dalam memanfaatkan sumberdaya di Kota Malang. Kegiatan ini juga mendapatkan support dari GIZ Paklim dan Sekretariat RAN GRK / Bappenas.

Kepala Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam, Bapak Sudarso mengatakan jika lahan di Kota Malang, 70% nya sudah digunakan. Sehingga pemanfaatan lahan yang tersisa perlu direncanakan dengan baik agar tepat sasaran.

“Perlu saya sampaikan kepada ibu bapak sekalian bahwa Kota Malang luasnya 110,06 Km persegi. Ini selalu saya ulang-ulang statement ini (luas Kota Malang). Dimana yang sudah terbangun itu 70, sekian-sekian persen. Artinya apa, yang belum terbangun hanya sekitar 30%.”, ucap Bapak Sudarso saat membuka Rapat Koordinasi hari ini (Selasa/19-11-2019).

Terbatasnya lahan yang ada perlu dimanfaatkan sebaik mungkin. Diskusi bersama para pelaku dan pakar dibidangnya akan sangat membantu merancang kebijakan yang harus dilakukan oleh Pemerintah Kota Malang kedepan.

Leave a comment